SAJAK.ID – Memadamkan api bukan satu-satunya pekerjaan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah api padam, masih ada lahan yang perlu dipulihkan, kesehatan masyarakat yang harus diperhatikan, hingga hutan yang perlu dihijaukan kembali.
Persoalan inilah yang menjadi perhatian Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, saat menanggapi bantuan Presiden sebesar Rp15 miliar untuk penanganan karhutla di daerah tersebut.
Ahmad Yani menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas bantuan anggaran yang diberikan. Namun, menurut dia, besarnya tanggung jawab penanganan karhutla membuat dana tersebut belum mencukupi seluruh kebutuhan.
“Bantuan ini patut kita syukuri, tetapi kalau melihat besarnya kerugian dan tanggung jawab daerah, anggarannya masih terbatas,” ujarnya Senin 2 November 2026.
Ahmad Yani menilai penanganan karhutla membutuhkan dukungan anggaran yang memadai agar pemerintah daerah dapat menjalankan berbagai langkah penanganan secara optimal.
Menurut dia, kebutuhan tersebut tidak berhenti ketika kebakaran berhasil dipadamkan. Pemerintah juga perlu memperhatikan pemulihan lahan yang terdampak, penanganan gangguan kesehatan masyarakat, serta upaya menghijaukan kembali kawasan hutan yang mengalami kerusakan.
Ia berharap pemerintah pusat dapat meningkatkan dukungan anggaran untuk penanganan karhutla pada masa mendatang. Dengan dukungan tersebut, pemerintah daerah memiliki kemampuan lebih besar untuk menangani dampak kebakaran secara menyeluruh.
Selain itu, Ahmad Yani menyoroti pentingnya pemenuhan hak-hak daerah oleh pemerintah pusat. Menurut dia, dukungan fiskal yang memadai diperlukan agar pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penanganan bencana, tetapi juga tetap mampu menjalankan program pembangunan.
“Kami berharap hak-hak daerah dipenuhi agar ruang fiskal pemerintah daerah cukup untuk menjalankan pembangunan,” katanya.
Ahmad Yani berharap bantuan Rp15 miliar yang telah diterima Kukar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Ia juga menginginkan adanya dukungan lanjutan agar pemulihan lingkungan dan penanganan dampak karhutla bisa berjalan lebih baik.
Baginya, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya dilihat dari padamnya api, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memulihkan lingkungan dan mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat. (Adv/dd)
